Aku lupa awalnya menemukan novel ini dari mana. Sepertinya aku temukan saat googling tentang buku cerita berbahasa Jerman untuk level A1. Dua bulan lalu, aku selesai membaca dan menerjemahkan buku “Mama Geht Arbeiten”. Semenjak itu, aku terus mencari buku bacaan lain karena keranjingan belajar bahasa Jerman melalui aktivitas membaca dan menerjemahkan.

Buku Nachbar Nr. 5 ini berbayar. Setelah membaca empat halaman contoh, percakapan Finn dengan Oliver, lalu Finn dengan neneknya, ceritanya menarik! Aku ingin terus membacanya.
Karena tidak sabar jika harus menunggu buku fisik yang harus diimpor. Pilihanku hanya: membeli versi Kindle atau audio. Aku memilih untuk berkompromi dengan mataku. Toh harga versi digitalnya jauh lebih hemat. Tapi setelah bolak-balik berpikir, aku lebih tertantang untuk berlatih hören. Akhirnya, aku pilih audiobook.
Ternyata seru juga membaca dengan cara mendengar audiobook. Buku ini sering aku dengarkan di atas ojek saat berangkat atau pulang kerja. Sangat patut dicoba!
Oke, jika kamu sedang belajar bahasa Jerman juga, aku sarankan untuk membaca contoh bukunya langsung di sini. Tapi, jika ingin mencoba menikmati ceritanya saja, silakan membaca cerita yang sudah aku terjemahkan di bawah ini. Selamat membaca!😃
Nachbar Nr. 5 – Tetangga Nomor 5
Finn dan Amelie sudah satu tahun bersama. Finn membelikan kekasihnya sebuah cincin di internet dan ingin memberinya kejutan saat makan malam. Tapi dia punya masalah: jasa pengirim paket menitipkan cincin itu ke salah satu tetangga, tetangga nomor 5. Tapi siapa? Finn baru empat minggu tinggal di rumah ini, dan dia tidak mengenal orang-orang yang tinggal di situ. Apakah cincinnya bisa ditemukan sebelum jam 6 sore? Finn hanya punya satu cara: dia harus menanyai semua tetangganya. Tapi ternyata, mereka semua sungguh tidak normal…
Bab 1. Sebuah Paket
“Hei!” Finn menatap teman baiknya, Oliver, sembari meletakkan bukunya. Hari ini hari Sabtu dan mereka sedang duduk bersama di sebuah meja di perpustakaan kampus. “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Finn.
Mata Oliver sangat merah. Dia minum sedikit air dari botol minumnya. “Aku sakit kepala,” jawabnya. “Di buku ini hanya ada angka, sangat banyak angka!”
“Jangan berisik,” tegur seorang mahasiswa di sebuah meja lain. “Di sini perpustakaan, bukan bar.”
“Maaf,” jawab Finn pelan. Dia melihat sekeliling. Meski hari Sabtu, perpustakaan juga dipenuhi pengunjung. Beberapa mahasiswa sedang mencari buku di rak. Sebagian duduk di meja, membaca materi, membuat catatan atau mengerjakan sesuatu di laptop mereka.
“Sebenarnya, kenapa kita belajar matematika?” tanya Oliver. “Kenapa bukan bahasa? Atau filsafat? Di jurusan itu tidak ada angka. Hanya kata-kata.”
“Pertanyaan yang menarik menjelang satu minggu ujian akhir,” jawab Finn.
Oliver menutup mata. “Kita sudah duduk di perpustakaan ini setiap hari sejak satu bulan lalu. Aku butuh istirahat. Bagaimana menurutmu tentang satu tahun di Australia?“
Finn tertawa. Dia mengambil bukunya dari atas meja dan memasukkannya ke dalam ransel. “Sudah siang. Aku harus pergi sekarang. Kenapa kamu tidak istirahat sebentar? Kamu bisa melanjutkan belajar lagi nanti.
Mereka berjalan bersama menuju pintu keluar. Finn membuka pintu yang berat dan mengenakan jaketnya dengan cepat. Hari ini, 28 September, matahari sudah bersinar, tapi angin dingin bertiup dari utara. Terlihat beberapa awan gelap di langit dan temperatur hanya 16° Celsius. Jalanan penuh dengan manusia, sebab banyak turis dari seluruh dunia berkunjung ke Köln.
“Makan pizza yuk?”, ajak Oliver.
Finn menggelengkan kepala. “Tidak bisa. Aku sungguh harus segera pulang ke rumah. Hari ini hari yang penting.”
“Aha!”, seru Oliver. “Hari yang penting untukmu dan..?”
Finn tertawa. “Untukku dan Amelie. Hari ini kami sudah satu tahun bersama.”
“Satu tahun?”, tanya Oliver. “Itu gila! Kok bisa seorang laki-laki hanya dengan satu gadis selama satu tahun ? Maksudku, Amelie sungguh seorang perempuan yang cantik, tapi juga ada Petra, Juni, Viktoria, Luisa, Merle…”
Finn tidak bisa menahan tawa. “Ya, aku tahu. Tapi buatku, Amelie adalah gadis yang paling cantik dan cerdas di seluruh dunia. Mereka menyeberangi jalan menuju stasiun kota.
“Hei, jangan buru-buru”, seru Oliver.
“Maaf,” kata Finn. “Tapi aku benar-benar harus segera pulang. Aku memesan sebuah cincin dari internet untuk Amelie. Paketnya datang hari ini dan aku harus ada di rumah saat paketnya tiba. Oke? Oh, itu keretaku sudah tiba. Sampai jumpa hari Senin!”
Sepuluh menit kemudian, Finn turun di Köln Barat. Di kota ini ada sebuah taman yang indah, sebuah bioskop, sebuah gereja, dan balai kota. Finn menyeberangi jalan menuju minimarket. Malam ini Amelie akan datang untuk makan malam dan dia ingin memasak sesuatu yang istimewa untuknya. Dia membeli ikan, beras, bawang bombai, selada, tomat, dan sebotol wine putih. Finn mengecek handphonenya. Sudah pukul 11.30. Biasanya jasa pengiriman paket selalu datang di antara jam 1 dan 6 sore. Dia masih punya sedikit waktu.
Tepat pukul 11.59 dia tiba di rumahnya yang terletak di Jalan Lilien. Bangunan Nomor 3 yang dia tempati adalah sebuah gedung apartemen berlantai dua. Finn naik lift ke lantai dua. Dia membuka kunci pintu apartemennya, membawa barang belanjaan ke dapur dan memasukkan ikan, selada, dan wine ke dalam kulkas.
Dalam lima setengah jam, Amelie akan datang. Apa lagi yang harus dia lakukan? Dia harus membersihkan ruang tengah, mencuci pakaian, dan menyetrika kemeja dan celana terbaiknya.
Dan: dia membutuhkan cincin. Semoga jasa pengiriman paket segera tiba. Finn dan Amelie telah melihat cincin itu di internet satu bulan lalu, dan Amelie sudah satu minggu ini hanya membicarakan tentang cincin. Tentu saja Finn memesan cincin itu untuknya.
Telepon rumah Finn di lorong berdering dan dia mengangkatnya.
“Finn, cucuku!”
“Halo Oma!”
“Bagaimana kabarmu? Apakah kamu cukup tidur seminggu ini?”
“Tentu saja, Oma!”
“Dan apakah kamu belajar dengan baik di kampus?”
“Nah, tentu saja!” Finn memutar bola matanya. Orang tuanya tinggal di Berlin, tapi neneknya tinggal di Köln juga. Dia meneleponnya hampir setiap hari. Dia berpikir Finn masih seorang anak kecil.
“Dan kapan gigiku yang ketiga datang?”
“Oma, aku sudah bilang kemarin. Aku sudah mengirim gigi Oma pekan lalu ke tukang gigi. Mereka pasti akan segera datang, okay?”
“Ya, ya.. Tapi tanpa gigi aku tidak bisa makan dengan baik. Dan tidak bisa tertawa. Tetangga pikir, aku sangat tidak ramah.”
“Aku tahu, Oma, tapi..”
“Apakah kamu masak sesuatu yang enak hari ini, Nak?”
“Oma, apakah aku bisa menelepon Oma lagi besok pagi? Aku tidak punya waktu saat ini.”
“Tidak punya waktu untuk omamu? Nak, aku memberimu uang setiap bulan.”
“Oma, aku sudah tidak mendapat uang dari Oma lagi.”
Oma terdiam sejenak. “Sungguh tidak?”
“Sungguh, tidak,” jawab Finn. Omanya selalu bilang bahwa dia harus mandiri.
“Oh, itu bagus,” kata Oma. “Kamu harus berdiri di atas kedua kakimu sendiri.”
Finn memutar bola matanya, “Tentu saja, Oma. Aku akan meneleponmu besok, okay?”
“Oh, maaf, Finn. Aku tidak bisa mengobrol sekarang. Film kesukaanku sudah mulai ditayangkan di televisi. Telepon aku besok ya?”
“Oke, Oma.”
Finn meletakkan kembali telepon ke rak di lorong dan mengeluarkan penyedot debu dari lemari. Untungnya dia sudah membersihkan kamar tidur, dapur, dan kamar mandi kemarin. Sekarang tinggal membersihkan ruang tengah, memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci, dan menyetrika kemeja dan celananya. Pukul 13.00 semuanya selesai.
Finn benar-benar harus mandi. Tapi bisakah dia mandi sekarang? Pengirim paket bisa datang kapan pun. Finn berlari ke kamar mandi.
Lima menit kemudian, dia berdiri di bawah shower dan membasuh rambutnya. Dia berpikir tentang Amelie. Dia sudah beberapa tahun mengenalnya di universitas, tapi mereka tidak pernah banyak bertegur sapa. Setahun yang lalu mereka kemudian bertemu lagi di sebuah pesta mahasiswa. Awalnya mereka minum segelas wein, lalu mereka menari bersama dan pada akhirnya Amelie memberikan nomor teleponnya. Amelie tinggal di Köln Selatan, tapi mereka sering bertemu dan pergi makan bersama ke restoran, ke kafe, atau ke bioskop. Dan sekarang mereka sudah setahun bersama dan Amelie sangat manis dan sangat cantik dan sangat..
Beli pintu berbunyi.
Sialan! Masih ada sampo di rambut Finn. Dia membuka bilik shower. Sekarang sampo-nya mengenai mata! Dia tidak bisa melihat. Di mana mantel mandinya? Dia berlari dan lututnya membentur pintu. Aduh! Bel berbunyi sekali lagi.
“Sebentar, aku datang!” Aku sungguh tolol, pikir Finn. Jasa pengiriman paket berdiri di bawah, di jalanan, dan tentu dia tidak bisa mendengar Finn. Mantel mandi sekarang tidak penting! Dia ingin membuka pintu kamar mandi, tapi tidak berfungsi. Dia coba tarik dan tarik lagi, tapi pintu tetap terkunci. Bel berbunyi sekali lagi. Dengan cepat Finn membilas sampo di mata. Lalu dia melihat sumber masalahnya. Di bawah pintu ada kaus kaki yang mengganjal. Dia menarik kaus kaki keluar dan membuka pintu. Lalu dia lari ke interkom pintu: “Finn Möller di sini. Halo?”
Tidak ada jawaban.
“Halo? Apakah di sana jasa pengirim paket?”
Hening.
Sialan! Finn berlari kembali ke kamar mandi dan menemukan mantel madinya di dalam mesin cuci. Dia mengenakannya dan berlari turun ke tangga. Dia membuka pintu rumah, tapi pengirim paket sudah tidak ada.
Oh tidak! Apa yang dia lakukan sekarang? Biasanya pengirim paket membawa kembali paket-paket tersebut. Tapi Finn membutuhkan cincin itu hari ini. Dia membuka kotak suratnya. Di sana dia menemukan sebuah pesan dari pengirim paket.
Sayangnya, Anda tidak di rumah hari ini.
Paket Anda dititipkan ke tetangga nomor 5.
Layanan Pengirim Paket Anda
Tetangga nomor 5? Finn punya tujuh tetangga. Lantas, di mana yang nomor 5? Finn tidak mengerti. Dia baru satu bulan tinggal di rumah ini dan belum tahu tetangganya. Di mana dia harus mencari paketnya?
Dia melihat handphone-nya. Jangan panik! Dia bisa mengetuk pintu semua tetangganya dan bertanya. Dia masih punya empat setengah jam lagi. Finn naik lift untuk kembali ke apartemennya dan melanjutkan mandi. Lalu dia mengenakan celana jeans, sweter tua, dan sepatunya. Dari bagian mana dia harus memulai? Lantai dasar mungkin ide yang baik.
“Oke, ayo mulai,” katanya sembari meninggalkan apartemennya.
Bab 1 selesaii..😆 Aku sudah mendengarkan keseluruhan cerita ini. Semua tetangga Finn memang rada-rada… Akhir ceritanya juga plot twist hahaha. Aku masih terus menuliskan teks cerita ini dalam bahasa Jerman hingga bab terakhir, lalu akan menerjemahkannya juga. Tapi tentu aku tidak bisa mempublikasikan cerita Bab 2-10 di sini yaa. Jadi kalau kamu penasaran dengan ceritanya, kamu bisa beli bukunya di link ini.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya!
Tinggalkan Balasan