Madu Tropicana

Aku sedang duduk di lantai dua membuat wobbler dibawah ini. Wobbler adalah satu jenis piranti promo yang biasa dipajang di rak-rak minimarket.

Mataku fokus menatap baris-baris spreadsheet berisi nama produk dan angka-angka, tapi telingaku tidak bisa berhenti mendengar percakapan di lantai bawah. Terdengar rekanku sedang melayani sepasang ibu dan bapak yang baru pertama kali berkunjung. Awalnya, mereka mengira minimarket ini adalah toko makanan kucing.

Pikiranku kembali pada layar laptop dan mulai memindahkan informasi dari spreadsheet ke website lain untuk membuat desain wobbler. Sekilas lalu aku tetap mendengar percakapan di lantai bawah. Ibu dan Bapak tadi terus bertanya macam-macam. Mereka penasaran dengan deodoran tawas, pasta gigi siwak, hingga kantong snack.

Aku fokus lagi. Berkutat dengan wobbler yang akan aku gunakan untuk promosi produk Tropicana Slim Strawberry Jam, Lotus Selai Biscoff, dan Tropicana Slim Madu.

Lalu entah kenapa, tiba-tiba terdengar sang Bapak bertanya apakah merek Tropicana ada madunya? Hee, kok kebetulan. Telingaku lantas memilih untuk mendengarkan percakapan mereka.

Rekanku menjelaskan bahwa kami punya madu Tropicana (aku yakin dia sedang menunjukkan produknya di rak).

“Madu ini murni 100% madu, Pak,” ujarnya.

“Memang ada madu yang bukan madu isinya?” tanya sang Bapak.

“Loh ada Pak madu yang kandungan madunya hanya 20%, sisanya bukan madu”, jawab rekanku.

“Wah, iya ya?” Sang Bapak terdengar seperti tidak menolak informasi tersebut.

“Ini harganya berapa?”, tanya sang Bapak melanjutkan.

Tau apa yang ada di dalam pikiranku? Rasanya ingin sekali aku segera berlari ke bawah, lalu menyerocos menjelaskan, “Bapak, ini madunya sedang promo, beli satu bisa ambil gratis produk Cleo, Sosro, atau Garam Halus. Bisa dipilih salah satu, Pak!”.

Tapi tidak aku lakukan. “Sabar-sabar ini masih aku buat wobblernya,” pikirku. Wobbler yang sedang aku buat memang berisi promo “Ambil Gratis” alias Buy X Get Y yang berlaku untuk pembelian beberapa jenis produk makanan di Zero.

Zero sendiri adalah minimarket yang menyediakan produk kebutuhan sehari-hari dengan konsep less waste. Minimarket ini mengajak pembeli untuk rutin mengembalikan kemasan kosong dari produk-produk yang mereka beli. Untuk apa? Kemasan kosong itu akan diguna ulang (reuse) atau didaur ulang (recycle). Tujuan dari sistem belanja ini adalah untuk mengurangi produksi sampah kemasan dan mencegahnya berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Aku tetap duduk di kursiku, tapi pikiranku sudah terbagi dua. Penasaran ingin menyimak apakah sang Bapak jadi membeli madu Tropicana? Di sisi lain, ingin tetap melanjutkan pembuatan wobbler untuk produk lainnya.

Lantas terdengar sang ibu bertanya, “Tapi madu ini bukan isi ulang, kan?” Rekanku menjawab, “Bukan, Ibu, madu ini akan didaur ulang kemasannya. Di tiga rak ini semuanya adalah jenis kemasan daur ulang. Bukan isi ulang seperti dua rak di sebelah sana.”

“Daur ulang itu apa? Terdengar suara sang ibu bertanya, polos.

Mendengarnya, hatiku hangat. Bukan kesal atau marah, “Kenapa hal sepenting itu, juga gentingnya kondisi TPA kita belum diketahui ya?” Sedikit saja aku heran sambil berpikir “Oh, ternyata informasinya belum tersebar merata ya.”

Hatiku hangat karena ingat bahwa ini yang membuatku menyukai pekerjaan ini. Kesadaran ini –tentang bagaimana cara orang-orang melihat sampah– yang juga sedang kami upayakan.

Rekanku menjelaskan apa itu daur ulang. Sang Bapak juga menambahkan tentang bagaimana proses daur ulang terjadi, bahwa plastik beraneka ukuran itu akan dicacah menjadi serpihan untuk selanjutnya dilebur dan dibuat menjadi produk baru. Percakapan mereka terdengar tenang dan menyenangkan.

Pada akhirnya, Bapak dan Ibu tersebut membeli Tropicana Slim Kecap Manis 3 botol, Sunlight Sabun Cuci Piring 5 liter, Solufood Kaldu Sapi 100 gram, deterjen lembaran Kindfoam Amber, Wingko Babat, dan kantong belanja.

Bagaimana dengan produk Tropicana Slim Madu? Tenang, dibeli juga kok. Bukan dengan promo Ambil Gratis, tapi dengan promo Tebus Murah produk Solufood Bawang Putih Bubuk 100 gram.

Begitulah pedagang, selalu ada cara buat jualan😆