“Aku bisa buatkan!” Selalu itu yang Ibu katakan jika aku ingin jajan.
Kolak pisang, bisa.
Bakwan, bisa.
Opak, bisa.
Pempek, bisa.
Cilok, bisa.
Pisang goreng, gampang.
Bakso? Lebih enak soto dan bubur ayam kampung katanya.
Mie ayam? Ada Supermi ayam bawang.
Pecel? Bisa.
Tapi ibu, sebenarnya aku lebih suka pecel ulek buatan Bulek Wageni. Yang bawang, cabai, dan kencurnya baru diulek setelah aku bilang ingin beli pecel.
Pertama-tama, Bulek Wageni akan mengulek bawang putih, cabai, dan kencur sampai halus, lalu menyusul kacang goreng dan gula merah. Terakhir disiram air asam jawa. Lalu diberi irisan lontong, sayuran, dan diaduk. Rasanya enak sekali. Beda dengan pecel buatan ibu, yang bumbunya langsung jadi setelah diberi air.
Tapi, tapi, rujak ulek ibu tetap juara kok.
Tinggalkan Balasan