Mama geht Arbeiten

Ini adalah buku pertama dalam bahasa Jerman yang berhasil aku baca!🥳

Tentu tidak sendiri. Aku membacanya dengan bantuan temanku, Nane. Setelah tandem kesekian kali, kami lebih suka belajar dengan cara bergantian membaca buku. Aku membaca buku dalam bahasa Jerman, lalu Nane akan membaca buku berbahasa Indonesia.

Buku ini adalah cerita anak yang ditulis oleh Michaela Küpper dan diilustrasikan oleh Anna Karina Birkenstock. Kalian bisa membaca bukunya dalam versi bahasa Jerman di link ini.

Mama Pergi Bekerja

Hari ini adalah hari istimewa! Taman Penitipan Anak Mentari Bersinar melakukan kunjungan ke pabrik cokelat. Semua anak gembira, terutama Isabella dan Elias. Di pabrik cokelat, mama mereka bekerja baru-baru ini, dan sekarang mereka diizinkan mengunjunginya!

Semua anak sudah siap. Pak Guru Jörg membantu proses berpakaian. “Di mana sepatuku yang satunya?” tanya Elias. “Disini!”, seru Esat. Akhirnya mereka bisa berangkat.


Di sana bus sudah datang. Semua anak masuk ke dalam bus. Di dalam bus duduk banyak penumpang. “Kita langsung menuju ke belakang!” kata Jörg. Isabella duduk dengan Maria, bersama Justin dan Darja. Elias berbagi bangku dengan temannya, Esat.

Bus melaju keliling kota. Isabella bertanya, “Kapan kita tiba di sana?”. “Hanya tinggal dua halte bus lagi,” jawab Jörg. Di depan pabrik cokelat mereka berhenti.

“Hmm apakah nanti kami boleh jajan?” pikir Esat.


Di sana sudah ada Bu Özdemir! Dia akan memandu anak-anak. Bu Özdemir bertanya, “Tahukah kalian cokelat terbuat dari apa?”.

“Dari biji cokelat,” jawab Isabella. Itu yang pernah mamanya jelaskan. Dia juga terkadang bepergian untuk mempelajari lebih banyak tentang cokelat.

“Benar!” puji Bu Özdemir. “Coba lihat: dari buah kakao ini petani menghasilkan biji.”

“Biji kakao tiba di dalam kemasan karung-karung ini,” jelas Bu Özdemir. “Karung-karung ini sangat berat, oleh karena itu, mereka diangkut menggunakan mesin pengangkat barang (forklift).

“Aku juga ingin berkeliling naik forklift!” seru Maria takjub.


Bu Özdemir mengajak anak-anak menuju sebuah mesin besar lainnya. “Di sini biji-biji akan dibersihkan terlebih dahulu. Untuk itu, mereka perlu diaduk lumayan lama. Suaranya cukup berisik.

“Di sini cokelat akan mulai dibuat,” kata Bu Özdemir sambil menunjuk ke sebuah tong besar. “Dia harus diaduk selama 120 jam sampai siap digunakan. “Anak-anak takjub. “Hanya lima kali tidur kok!” seru Darja. “Kita harus banyak bersabar.“

“Tidak,” jawab Bu Özdemir sambil tertawa. “Kita tidak perlu menunggu selama itu. Aku tunjukkan kepada kalian cokelat yang sudah siap.“


“Itu, Mama!” seru Elias. Dia melihat seseorang jauh di bawah sana. Mama berdiri di depan sebuah mesin besar. Dia memakai seragam kerja putih dan sebuah penutup kepala.

“Di sini cokelat akan dibuat, atau terkadang juga akan menjadi coklat praliné. “Mamanya Elias dan Isabella yang mengontrol mesin ini,” jelas Bu Özdemir. Wajah Elias berseri-seri. Mama bisa apa pun!

Sekarang Mama melihat ke arah anak-anak. Dia melambaikan tangannya dengan ceria. Anak-anak balik melambaikan tangan. Teman kerja mama juga melambaikan tangan ke atas.


“Sekarang kalian telah melihat bagaimana cokelat diproduksi,” ujar Bu Özdemir. Untuk perpisahan, setiap anak mendapat hadiah sebungkus cokelat yang indah.

“Ini buatan mamaku,” seru Elias bangga.

“Kalau begitu rasanya pasti akan sangat enak,” kata Esat.

Semua anak gembira, hanya Pak Jörg yang sedih. Dia tidak mendapatkan cokelat. “Kami semua akan berbagi denganmu!” seru Justin. Pak Jörg tertawa lagi.


Anak-anak kembali ke Taman Penitipan Anak Mentari Bersinar. “Ayo kita bangun sebuah mesin cokelat!” usul Maria. Mereka segera memulainya. Ini akan menjadi mesin yang hebat.

“Apa pekerjaan mamamu?” tanya Isabella kepada temannya, Darja.

Mamaku bekerja di sebuah laboratorium, jelas Darja. “Dia meneliti berbagai benda. Sehingga dia membutuhkan sebuah mikroskop. Ketika dia melihat ke kaca mikroskop, semua hal yang dilihatnya menjadi besar.“

“Hebat, ternyata ada banyak jenis pekerjaan!” seru Elias pada dirinya.


Mama telah selesai bekerja dan menjemput Isabella dan Elias di penitipan anak. Segera anak-anak berlari kepadanya, “Apakah Anda juga bisa membuat cokelat kacang?” tanya Maria.

“Mama mengangguk. “Ya, bisa juga.”

“Apakah Anda diperbolehkan makan jajan saat istirahat?” tanya Justin.

“Saat istirahat, aku lebih suka makan sebuah apel,” jawab Mama. Dia bertanya kepada Elias dan Isabella, “Dan apa yang ingin kalian makan hari ini?”

Spaghetti bolognese!” jawab mereka.

“Bagus, maka ayo sekarang kita belanja,” seru Mama.


“Makanan sudah siap!” seru Mama. Elia dan Isabella menata meja. “Apakah kalian menikmati berkunjung ke pabrik cokelat?” tanya Mama.

“Iya!” seru anak-anak.

“Saat besar nanti, aku ingin membuat mesin cokelat,” jelas Isabella. “Atau aku akan bekerja di sebuah laboratorium, seperti mamanya Darja.“

“Dan aku ingin menjadi pembuat kasur,” kata Elias sambil menguap. “Sehingga aku bisa berbaring setiap saat.”

Semua lantas tertawa.


Setelah menggosok gigi, Mama, Elias, dan Isabella pergi ke kamar tidur. “Akhir pekan nanti Mama tidak harus bekerja. Sehingga kita bisa jalan-jalan,” Mama berjanji.

“Bagaimana menurutmu jika piknik ke taman bermain?”

“Wah, oke!” Anak-anak berseru gembira. “Itu akan menyenangkan!”.

Mama juga membacakan mereka sebuah cerita. Isabella dan Elias meringkuk di bantal mereka. Mereka senang dan puas. Hari itu adalah hari yang indah!